terbukti menghasilkan uang

Kamis, 15 September 2011

Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy

Suatu petang, di Tahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jeneral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.
Setiap banduan penjara membongkokkan badannya rendah-rendah ketika ‘algojo penjara’ itu melintasi di hadapan mereka. Kerana kalau tidak, sepatu ‘boot keras’ milik tuan Roberto yang fanatik Kristian itu akan mendarat di wajah mereka. Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseoran mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci. “Hai…hentikan suara jelekmu! Hentikan…!” Teriak Roberto sekeras-kerasnya sambil membelalakkan mata. Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu’nya. Roberto bertambah berang. Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang.
Dengan marah ia menyemburkan ludahnya ke wajah tua sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyucuh wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala. Sungguh ajaib… Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat galak untuk meneriakkan kata Rabbi, wa ana ‘abduka… Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, “Bersabarlah wahai ustaz…InsyaALlah tempatmu di Syurga.”
Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustaz oleh sesama tahanan, ‘algojo penjara’ itu bertambah memuncak marahnya. Ia memerintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-kerasnya sehingga terjerembab di lantai.
“Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu,  aku tidak suka bahasa hinamu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu! Ketahuilah orang tua dungu, bumi Sepanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapa kami, Tuhan Jesus. Anda telah membuat aku benci dan geram dengan ‘suara-suara’ yang seharusnya tidak didengari lagi di sini. Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mahu minta maaf dan masuk agama kami.”
Mendengar “khutbah” itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan yang tajam dan dingin. Ia lalu berucap,
“Sungguh…aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, ALlah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemahuanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh.”
Sejurus sahaja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah berlumuran darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah ‘buku kecil’. Adolf Roberto berusaha
memungutnya. Namun tangan sang Ustaz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat. “Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!” bentak Roberto.
“Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!”ucap sang ustaz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu lars seberat dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustaz yang telah lemah.
Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan ‘algojo penjara’ itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.
Setelah tangan tua itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya baran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung.
“Ah…seperti aku pernah mengenal buku ini. Tetapi bila? Ya, aku pernah mengenal buku ini.”
Suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu. Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan “aneh” dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol.
Akhirnya Roberto duduk di samping sang ustaz yang sedang melepaskan nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak.
Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto. Pemuda itu teringat ketika suatu petang di masa kanak-kanaknya terjadi kekecohan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Petang itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia). Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa gugur di bumi Andalusia.
Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi. Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin petang yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara. Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mahu memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.
Seorang kanak- kanak laki-laki comel dan tampan, berumur sekitar tujuh tahun, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua. Kanak kanak comel itu melimpahkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan kanak – kanak itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah bernyawa, sambil menggayuti abinya. Sang anak itu berkata dengan suara parau, “Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa….? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi…”
Budak kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu apa yang harus dibuat . Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya budak itu berteriak memanggil bapaknya, “Abi…Abi…Abi…” Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapa ketika teringat petang kelmarin bapanya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.
“Hai…siapa kamu?!” jerit segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati budak tersebut. “Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi…” jawabnya memohon belas kasih. “Hah…siapa namamu budak, cuba ulangi!” bentak salah seorang dari mereka. “Saya Ahmad Izzah…” dia kembali menjawab dengan agak kasar. Tiba-tiba “Plak! sebuah tamparan mendarat di pipi si kecil. “Hai budak…! Wajahmu cantik tapi namamu hodoh. Aku benci namamu. Sekarang kutukar namamu dengan nama yang lebih baik. Namamu sekarang ‘Adolf Roberto’…Awas! Jangan kau sebut lagi namamu yang buruk itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!” ancam laki-laki itu.”
Budak itu mengigil ketakutan, sembari tetap menitiskan air mata. Dia hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya budak tampan itu hidup bersama mereka.
Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustaz. Ia mencari-cari sesuatu di pusat laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah ‘tanda hitam’ ia berteriak histeria, “Abi…Abi…Abi…” Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai ‘tanda hitam’ pada bahagian pusat.
Pemuda bengis itu terus meraung dan memeluk erat tubuh tua nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas tingkah-lakunya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun lupa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, “Abi… aku masih ingat alif, ba, ta, tha…” Hanya sebatas kata itu yang masih terakam dalam benaknya.
Sang ustaz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyeksanya habis-habisan kini sedang memeluknya. “Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi, tunjukkan aku pada jalan itu…” Terdengar suara Roberto meminta belas.
Sang ustaz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika setelah puluhan tahun, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, di tempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran Allah.
Sang Abi dengan susah payah masih boleh berucap. “Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,” Setelah selesai berpesan sang ustaz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah “Asyahadu anla IllaahailALlah, wa asyahadu anna Muhammad Rasullullah…’. Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.
Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, ‘Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya…”
Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.
Benarlah firman Allah…
“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama ALlah, tetaplah atas fitrah ALlah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah ALlah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS>30:30)
Syeikh Al-Islam Turki yang terakhir iaitu As-Syeikh Mustafa Al Basri telah menegaskan dalam bukunya …
Sekularisma yang memisahkan ajaran agama dengan kehidupan dunia merupakan
jalan paling mudah untuk menjadi murtad.(m.faruq)

IAEA di Hack? Badan Nuklir Dunia Ketakutan Hacker Iran

Wina - Badan nuklir PBB sedang menyelidiki laporan dari para ahli bahwa ponsel dan laptop mereka mungkin telah disusupi oleh pejabat Iran yang mencari informasi rahasia saat peralatan tersebut ditinggalkan selama tur inspeksi di Republik Islam, ungkap seorang diplomat kepada The Associated Press.
Salah satu diplomat mengatakan Badan Energi Atom Internasional adalah memeriksa berbagai acara, mulai dari yang mana ia adalah sesuatu yang pasti telah terjadi pada pengandaian," semua pada kuartal pertama tahun ini. Dia mengatakan badan pengawas nuklir Wina berbasis diberitahu oleh inspektur melaporkan "peristiwa luar biasa," menunjukkan bahwa orang luar telah dirusak dengan peralatan elektronik mereka.

Dua diplomat lain di posisi senior dikonfirmasi esensi laporan tetapi mengatakan mereka tidak memiliki informasi lebih lanjut. Ketiga utusan datang dari negara-negara anggota Badan Energi Atom Internasional dan berbicara dengan syarat anonim karena informasi yang mereka istimewa.
Juru bicara Badan Gill Tudor mengatakan IAEA tidak mengomentari masalah ini. inspektur IAEA berada di Iran touring berbagai fasilitas setiap minggu.
Seorang wanita menjawab ponsel Ali Asghar Soltanieh, utusan senior Iran ke agen, kata Soltanieh "ingin tidak memberikan wawancara" setelah penelpon mengidentifikasi dirinya sebagai seorang reporter AP dan sebelum wartawan bisa mengatakan apa panggilan sekitar.
Seorang pejabat badan, yang juga berbicara dengan syarat bahwa ia tidak dapat diidentifikasi, kata tindakan keamanan yang ketat termasuk 'inspektur menempatkan ponsel mereka ke dalam amplop kertas mulus, maka penyegelan ini dan menulis di segel dan amplop untuk setiap tempat pembukaan yang tidak sah saat mereka pergi
Dia mengatakan inspektur tidak diperbolehkan untuk mengambil ponsel mereka dengan mereka saat tur fasilitas pengayaan uranium Iran dan tempat-tempat lainnya. Laptop, kata dia, baik terkunci dalam kantong atau disegel dengan cara yang sama seperti ponsel ketika mereka ditinggalkan ditinggalkan untuk sementara oleh inspektur. Komputer juga kadang-kadang ditinggalkan di kamar hotel pada akhir hari kerja, katanya.
Tapi diplomat yang berbicara panjang lebar terbesar tentang pelanggaran yang dilaporkan mengatakan Iran telah menemukan cara untuk mengatasi langkah-langkah keamanan. Ia mengatakan ia tidak memiliki rincian lebih lanjut.

Iran telah berada di bawah inspeksi IAEA selama hampir satu dekade setelah wahyu itu menjalankan program pengayaan uranium rahasia dan telah memukul dengan empat putaran sanksi Dewan Keamanan PBB atas penolakannya untuk menghentikan kegiatan tersebut.
Cerita berlanjut di bawah ini
Iklan
Iklan

Teheran bersikeras bahwa itu hanya ingin menyediakan energi nuklir damai bagi penduduknya meningkat dan mencatat bahwa Perjanjian Nonproliferasi Nuklir memungkinkan untuk pengayaan sebagai sumber bahan bakar.

Tapi kekhawatiran internasional telah tumbuh. Program pengayaan uranium juga bisa membuat bahan hulu ledak fisil. Selain itu, Iran menolak untuk bekerja sama dengan penyelidikan PBB kecurigaan bahwa menjalankan eksperimen yang diduga terkait dengan pembuatan senjata nuklir.

Low-uranium yang diperkaya bisa digunakan untuk bahan bakar reaktor untuk membangkitkan listrik, yang Iran mengatakan adalah tujuan dari program. Tetapi jika uranium diperkaya lebih lanjut untuk sekitar 90 kemurnian persen, dapat digunakan untuk mengembangkan hulu ledak nuklir.

Olli Heinonen, yang mengundurkan diri tahun lalu sebagai wakil direktur jenderal IAEA bertugas menyelidiki program nuklir Iran, mengatakan informasi mengenai laptop dienkripsi - dan karena itu sulit untuk menguraikan. Siapa saja memperoleh akses untuk informasi tentang ponsel akan menemukan materi sensitif sedikit, katanya.

Heinonen berspekulasi bahwa setiap upaya untuk mengakses peralatan tersebut mungkin telah dimaksudkan untuk menanam spyware dirancang untuk menginfeksi jaringan komputer IAEA setelah ponsel atau laptop yang terhubung dan mengalirkan informasi.

"Mungkin jika ada gangguan sesuatu yang ditanam di komputer dan ketika Anda bekerja dengan data yang sensitif itu transmit atau mencemari komputer lain dengan informasi sensitif - Stuxnet seperti," katanya.

pejabat IAEA atribut gangguan sementara program pengayaan Iran akhir tahun lalu untuk cacing komputer Stuxnet, dan Teheran telah mengakui bahwa Stuxnet mempengaruhi sejumlah terbatas sentrifugal - komponen kunci dalam pengayaan uranium - di fasilitas pengayaan utama uranium di pusat kota Natanz. Teheran menyalahkan Amerika Serikat dan Israel untuk menciptakan dan penanaman malware.(m.faruq)

Tidak Rukun Dengan Mertua Sumber Masalah Pasutri

Salah satu hak istri atas suami adalah diperlakukan secara hormat. Salah satu bentuk penghormatan itu adaah menempatkan istri di rumah tersendiri.
Al-Kasani berkata, "Sekiranya suami hendak menempatkan istri bersama madunya atau bersama keluarga suami, baik ibu, saudara perempuan, anak suami dari istri lain atau kerabat yang lain, tetapi istri menolak bertempat tinggal bersama mereka, maka suami berkewajiban menempatkan istri di rumah tersendiri. Sebab barang kali mereka menyakiti dan menimpakan bahaya kepada istri. Keengganan istri merupakan bukti adanya bahaya tersebut."[1]
Akan tetapi terkadang kondisi memaksa agar suami tinggal bersama kedua orang tuanya, atau kedua orang tua butuh tinggal satu rumah dengan suami. Sedangkan suami dituntut untuk berbakti kepada orang tua dan berbuat baik untuk istri.
Sayang, sebagian istri tidak mau membantu suami mewujudkan sikap bakti tersebut, ia hendak menguasai suami seorang diri, tidak ada seorangpun yang boleh mendapat bagian dari waktunya. Bahkan mungkin tidak cukup sampai di situ, istri melakukan tindakan yang menyakiti orang tua suami. Tindakan menyakiti memiliki banyak bentuk, di antaranya ialah:
- Meninggikan suara di hadapan mereka berdua, enggan melakukan perintah mereka, kurang memperlihatkan sikap hormat kepada mereka, atau kurang memperhatikan perasaan mereka.
- Meremehkan dan merendahkan mereka berdua, sering menghina, berharaap segera terbebas dari tinggal bersama mereka, atau merayu suami untuk mendurhakai mereka.
- Mencari-cari kekeliruan mereka berdua, membesar-besarkan kesalahan, bahkan menuduh secara dusta terhadap mereka.
- Cemburu terhadap ibu suami, memperlakukannya sebagai pesaing dan teman serikat dalam posisinya dengan suami. Serta berbagai bentuk tindakan menyakiti yang lain.
Bila kita perhatikan sebab-sebab munculnya tindakan tersebut kita temukan bahwa ia adalah dampak dari kurangnya ketakwaan, pendidikan yang buruk dan kelemahan akal.
Sikap tersebut juga disebabkan oleh sempitnya pikiran dan kekerdilan jiwa. Masing-masing jiwa berbeda dalam hal keluhuran dan kekerdilannya, sama persis dengan perbedaan ragam batu, rumah atau bangunan. Ada orang yang jiwanya begitu kerdil, bahkan menyamai sempitnya lubang jarum. Ada pula orang yang jiwanya teramat lapang, hingga seakan hendak merengkuh dunia berikut isinya.
Meskipun istri melakukannya hanya untuk mendapatkan ridha suami, meraih cinta kaum kerabatnya dan menghindarkan diri dari perpecahan dan perselisihan, ditambah lagi dengan doa-doa keberkahan yang akan didapat istri.
Seorang istri mulia juga tidak boleh melupakan semenjak awal bahwa perempuan yang ia anggap sebagai penyaing dalam berinteraksi dengan suami, ia adalah ibu suami. Betapapun tumpul perasaan seorang suami, ia tidakan akan menerima bila hinaan diarahkan kepada ibunya. Ibu yang telah mengandungnya selama Sembilan bulan, yang memberinya makanan dari air susunya, yang menaungi dirinya dengan cinta dan kasih sayangnya, yang telah mewakafkan hidupnya untuk mengasuh dirinya sehingga ia menjadi orang besar.
Perempuan itu adalah juga ibu bagi anak-anak Anda wahai istri, ia adalah nenek mereka. Ikatan mereka dengannya amatlah kuat. Maka tidak pantas Anda memperlakukannya laksana madu, meskipun dia sendiri terkadang memperlakukan Anda sebagai madu. Melainkan perlakukanlah dia sebagai ibu, niscaya dia akan memperlakukan Anda sebagai anak perempuan. Dan sudah jamak bila terkadang ibu bersikap keras terhadap anak perempuannya, maka yang bisa dilakukan anak adalah menerima dan bersabar, demi mengharap pahala dan balasan.
Bila sebuah rumah atau keluarga marak dengan norma-norma Islam dan masing-masing individu mengetahui hak dan kewajibannya, maka keluarga tersebut telah menempuh jalan yang baik, ia akan merasakan kehidupan yang tenang pada sebagian besar perjalanannya.
Kelalaian istri dari menghormati keluarga suami merupakan kelalaian dari menghormati suami itu sendiri. Bila sikap ini tidak segera dikoreksi semenjak awal maka tidak ada jaminan bila ketulusan cinta suami terhadap istri menjadi robek dan ternoda.
Selanjutnya seorang suami yang menghormati keluarganya dan berbakti kepada orang tuanya adalah seorang yang mulia, terormat, shalih dan sangat layak bila istri menghormatinya, memuliakannya dan mengharapkan kebaikan darinya. Sebab seorang laki-laki yang tidak bersikap baik kepada kedua orang tua –pada umumnya- tidak memiliki sikap baik kepada istri, anak atau orang yang lain.
Ditambah lagi, seorang suami terikat dengan keluarganya, ia tidak mungkin memutus hubungan dengan mereka. Di dalam pepatah Arab disebutkan, "Hidungmu adalah bagian dari tubuhmu meskipun beringus, tempat kelahiranmu adalah asal usulmu meski hanya hutan belantara."[2]
Terakhir, posisi istri shalihah dalam membantu suami mewujudkan sikap berbakti pada banyak kasus menjamin terpecahkannya problematika, teratasinya krisis dan terhimpunnya kekuatan. Sebab ketika kedua orang tua melihat cinta yang jujur dan kasih sayang melimpah dari istri untuk anak mereka, mereka akan menjaga itu semua.
Wahai istri budiman, hadirkanlah nilai-nilai ini di dalam diri anda, niscaya Anda akan mendapatkan pujian dan sebutan yang baik di dunia serta pahala dan karunia tak terbatas di akhirat.(m.faruq)

Zaman Fitnah dan Kapan Harus Uzlah Menyelamatkan Din

Fitnah yang dimaksud dalam tulisan ini adalah krisis agama dan bagaimana ketika harus dihadapkan pada kenyataan yang secara nyata atau baru sekedar persepsi akan berisiko terhadap keselamatan din seseorang. Maksud nyata adalah ketika seseorang hidup dalam lingkungan yang sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip tauhid dan ia memang terimbas, sedangkan persepsi adalah hipotesis yang muncul ketika seseorang baru tinggal di lingkungan yang rusak dan diperkirkan akan berdampak pada dinnya. Rasulullah saw bersabda:
ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِى رَأْىٍ بِرَأْيِهِ وَرَأَيْتَ أَمْرًا لاَ يَدَانِ لَكَ بِهِ فَعَلَيْكَ خُوَيْصَّةَ نَفْسِكَ وَدَعْ أَمْرَ الْعَوَامِّ
"Perintahkanlah kepada perkara yang makruf dan cegahlah dari perkara yang mungkar, sehingga ketika engkau melihat sifat kikir ditaati, hawa nafsu diikuti, dunia lebih diutamakan (dari urusan agama), dan setiap orang bangga dengan pendapatnya sendiri, maka hendaklah engkau jaga dirimu sendiri, dan jauhilah orang-orang awam (bodoh)." (HR Abu Dawud).
Bahkan Rasulullah saw menggambarkan lebih konkret bagaimana cara menyelamatkan din saat menghadapi fitnah. Abu Sa'id Al-Khudri mengatakan, Rasulullah bersabda:
يُوشِكُ أَنْ يَكُونَ خَيْرَ مَالِ الْمُسْلِمِ غَنَمٌ يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الْجِبَالِ وَمَوَاقِعَ الْقَطْرِ، يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الْفِتَنِ
"Hampir saja terjadi (suatu zaman) harta seorang muslim yang paling baik adalah kambing yang digembalakannya di puncak gunung dan tempat-tempat terpencil, menghindar dari fitnah demi menyelamatkan agamanya.” (HR Bukhari)
Fitnah terhadap keselamatan din bisa terjadi dalam lingkup keluarga, misalnya pada keluarga Nabi Luth as. Atau sebaliknya, Ummu Sulaim dengan suami pertamanya yang kafir. Bahkan ketika Abu Thalhah ingin melamarnya, ia menjawab tegas, "Demi Allah, orang seperti Anda tidak layak untuk ditolak, hanya saja engkau adalah orang kafir, sedangkan aku adalah seorang muslimah sehingga tidak halal untuk menikah denganmu." (HR. An-Nasa’i, VI/114).
Banyak sekali fitnah-fitnah dalam konteks lain yang akan menghabiskan ruang bila harus ditulis di sini beserta dalil-dalilnya dari Rasulullah saw. Kami menyarankan Anda untuk melihat kembali buku-buku tentang fitnah akhir zaman untuk mengetahui lebih lanjut. Kebanyakan manusia memang tidak baik, seperti digambarkan oleh Allah:
أَمْ تَحْسَبُ أَنَّ أَكْثَرَهُمْ يَسْمَعُونَ أَوْ يَعْقِلُونَ إِنْ هُمْ إِلَّا كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلاً
“Atau apakah kamu mengira bahwa kebanyakan mereka itu mendengar atau memahami? Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” (Al-Furqan: 44).
Cara wanita berpakaian, perjudian, penipuan, kebohongan, kepalsuan dan semua kejahatan sangat akrab di telinga dan mata kita saat ini. Pertanyaan yang harus dijawab, apakah fitnah hari ini dengan segala bentuknya itu sudah bisa menjadi titik tolak bagi kita untuk uzlah dan memisahkan diri dari lingkungan, sesuai perintah Nabi saw dalam hadits di atas?
I’tizal atau lebih baik bersabar?
Harus ada alasan yang kuat untuk menceraikan istri, meninggalkan orang tua, menyingkir dari kehidupan sosial yang lama, demi menyelamatkan din.
Kita harus seimbang melihat fakta. Harus diakui, saat ini masih banyak yang mau menerima dakwah. Mereka menghargai seruan Islam, dan membentangkan tangan untuk menerima Anda. Kita saja yang barang kali terlanjur menilai mereka sesat, musyrik, suka klenik dan lain-lain. Bukan tidak ada manfaatnya, bila ada yang lebih banyak yang kita dapatkan dari mereka mengapa tidak kita lakukan. Rasulullah bersabda:
لَأَنْ يُهْدَى بِكَ رَجُلٌ وَاحِدٌ خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ
“Bila seseorang mendapat petunjuk melalui dirimu maka itu lebih baik bagimu dari pada unta-unta merah (harta yang terbaik).” (HR Bukhari)
Jadi, saat ini bercampur dengan masyarakat dengan tetap menjalankan misi Islam dan bersabar atas gangguan itu lebih baik daripada memisahkan diri. Rasulullah saw bersabda:
الْمُؤْمِنُ الَّذِي يُخَالِطُ النَّاسَ وَيَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنْ الْمُؤْمِنِ الَّذِي لَا يُخَالِطُ النَّاسَ وَلَا يَصْبِرُ عَلَى أَذَاهُمْ
"Orang mukmin yang berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan bersabar atas perbuatan buruk mereka, lebih besar pahalanya daripada seorang mukmin yang tidak berbaur (berinteraksi) dengan manusia dan tidak sabar atas tindakan buruk mereka.” (HR. Ibnu Majah). Dalam riwayat Tirmidzi dan Abu Dawud, dengan redaksi mereka lebih baik.
Syaikh Abdullah Al-Jalali menyatakan bahwa jalan uzlah itu tidak diambil seorang muslim kecuali dalam keadaan darurat. “Orang yang memilih uzlah padahal ia mampu mengubah, bisa amar makruf, dan nahi mungkar, maka ia adalah orang yang lemah, malas, dan pengecut,” kritiknya. (Kajian audio Syaikh Abdullah Al-Jalali ke-61 yang disediakan oleh http://www.islamweb.net)
Pada masa Abu Bakar ada sejumlah orang yang memilih hidup jauh dari permasalahan manusia, dan meninggalkan amar makruf nahi mungkar. Mereka berdalih firman Allah: (Al-Maidah: 105). Maka Abu Bakar berdiri di atas mimbar dan berpidato, "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian sudah membaca ayat ini, 'Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kalian perhatikan diri kalian sendiri, mereka yang sesat tidak akan menimpa kalian, jika kalian berada di atas petunjuk.' Dan sungguh, aku telah mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Sesungguhnya, apabila manusia melihat seorang yang melakukan kezaliman, namun mereka tidak mencegahnya, atau ragu-ragu, maka Allah akan meratakan siksaan-Nya (menimpakan siksaan kepada mereka semua)'.” (Tafsir Asy-Sya’rawi, I/2381).
Maksud ayat tersebut, bila kalian telah mendapatkan petunjuk lalu kalian mengajak kepada perbuatan makruf dan mencegah kemungkaran, dan engkau telah menunaikan kewajiban, seperti jihad di jalan Allah, lalu orang-orang tidak menyambut seruanmu, maka ketika itu orang yang sesat tidak akan membahayakan dirimu.
Memisahkan diri suatu saat mungkin diperlukan, misalnya Abu Dzar yang memisahkan diri dari masyarakat pada masa Utsman. Tetapi sekarang ini menyendirinya adalah untuk meningkatkan kualitas spiritual. Ibnu Taimiyyah mengatakan:
وَلَا بُدَّ لِلْعَبْدِ مِنْ أَوْقَاتٍ يَنْفَرِدُ بِهَا بِنَفْسِهِ فِي دُعَائِهِ وَذِكْرِهِ وَصَلَاتِهِ وَتَفَكُّرِهِ وَمُحَاسَبَةِ نَفْسِهِ وَإِصْلَاحِ قَلْبِهِ
 Seorang hamba harus punya waktu untuk menyendiri dalam doa, zikir, shalat, tafakkur, introspeksi, dan memperbaiki hati.” (Al-Fatawa Al-Kubra: II/163).
Barangkali yang perlu dikritisi adalah bila menyendiri ini telah menjadi fenomena dan berubah menjadi doktrin yang diikuti secara masif. Dalam skala lebih luas, beberapa kelompok dakwah bisa dikatakan "uzlah"  dalam beberapa aspek yang dilihat "membahayakan" efektivitas dan eksistensi dakwahnya. Teman-teman di jamaah tablig, misalnya, menjauhi persoalan yang berbau politik. Langkah ini tentu bukan tidak ada kebaikannya. Dakwah mereka yang jauh dari percaturan politik ini memang bisa menyebabkan pergerakan ini menyebar dengan aman, tanpa ada sandungan dari penguasa. Jamaah Tablig telah tersebar luas hingga mempunyai berjuta-juta pengikut. (Perjalanan Gerakan Jihad, 17).
Tetapi ingat bahwa musuh Islam dan Muslim itu tidak pernah tidur. Lihat ayat-ayat berikut ini: 2: 120; 2: 217; 4: 89; dan 68: 9.
Di Amman, ibukota Yordania, salah satu pemimpin Jamaah Tablig memprotes penyidik di dalam penjara dengan berkata, “Kami tidak aktif dalam jihad maupun politik dan kami tidak melawan kalian! Kami hanya berdakwah di masjid-masjid kami, memperbaiki masyarakat, dan menyelamatkan mereka dari kerusakan, mabuk-mabukan, dan tindak kriminal.”
Si penyidik pun menjawab, “Itu dia masalahnya. Kalian bagaikan bus! Kalian mengangkut orang-orang dari jalan ke masjid, lalu Ikhwanul Muslimin datang dan membawa mereka dari masjid ke dunia politik! Setelah itu, ekstrimis-ekstrimis Islam datang dan mengambil kaum muda mereka untuk berjihad dan berbuat radikal. Kami ingin memupus setiap jalan tersebut dari akar-akarnya. Kami ingin menghentikan laju bus kalian!” (Perjalanan Gerakan Jihad, 40).
Tetapi,  harus dibatasi bahwa berbaur dengan masyarakat dan kehidupan sosial adalah dalam kerangka syariat. Tidak boleh keluar dari itu, mulai dari tingkat keluarga hingga kehidupan bernegara.
Tiga Upaya Utama Agar Tetap Tegar
Pertama, menambah ilmu dan memacu lebih cepat untuk merangkum wawasan lebih luas.
Ini sangat penting. Ilmu din ini sangat luas, tetapi dalam persoalan ini yang saya maksud adalah kemampuan memahami, menyatukan, dan antara teori dan implementasi. Sebab, banyak aktivis yang ingin menghadapi fitnah saat ini tetapi justru terjerumus ke dalam fitnah lain karena kelemahan dalam persoalan ini.
Bukan bermaksud mengingatkan, pasca bom masjid Cirebon beberapa waktu lalu, ada salah seorang senior dalam dunia perjuangan Islam menyatakan bahwa yang ngebom masjid itu orang sakit jiwa.
Sebenarnya hal seperti ini tidak perlu membuat kita bingung, atau bahkan membentuk kelompok baru untuk mentahdzir kelompok lain. Dalam sejarah, hal seperti ini bukan sekali terjadi. Saat Khalid bin Walid membunuh semua tawanan dari Bani Jadzimah padahal mereka menerima Islam hanya tidak fasik mengucapkan ikrarnya, maka Rasulullah bersabda, “Ya Allah, aku berlepas diri kepada-Mu dari tindakan Khalid.” (Sirah Nabawiyah Mubarakfuri, 540) Artinya, beliau melihat tindakan Khalid keliru.
Tidak ada dalam catatan sejarah, bahwa setelah itu Khalid memisahkan diri atau protes kepada Rasulullah saw. Beliau tetap mencintai Khalid dan Khalid mencintai beliau.
“Kami mendengar dan taat,” ungkap para shahabat ketika mendapat perintah dari Rasulullah agar mereka tidak shalat Asar sebelum tiba di Bani Quraizhah. Kita tidak menemukan kelompok shahabat yang menunaikan shalat Asar setelah di Bani Quraizhah mentahdzir mereka yang shalat di tengah jalan dengan mengatakan, “Kalian telah durhaka kepada Rasulullah setelah kalian mengatakan kami mendengar dan taat.” (Sirah Nabawiyah Mubarakfuri, 405)
Jadi, kita yang baru lahir dan masih jabang bayi dalam dunia perjuangan Islam ini —bila Allah memasukkan kita dalam bagiannya— harus memacu diri agar mendapatkan pengetahuan seluas-luasnya, terutama tentang landasan berpikir dan bertindak setiap kelompok yang ada. Harapannya, kita tidak bingung, lebih dewasa menyikapi perbedaan, dan mengecilkan kemungkinan perpecahan.
Kedua, Meningkatkan kekuatan spiritual dengan banyak mendekat kepada Allah.
Bagaimana pun fitnah sekarang ini, kita tidak bisa mengatakan bahwa beban kita lebih berat daripada beban Rasulullah saw. Atau beranggapan cobaan kita lebih besar daripada beliau. Tanpa bermaksud meremehkan, apa Anda pernah dakwah dicaci maki dilempari batu dan diusir? Rasulullah mengalami itu. Saat di kampungnya sendiri diusir, dan mencari teman di Thaif hasilnya justru dilecehkan dan ditimpuki batu oleh orang-orang bodoh. Saat itu beliau tidak tahu harus ke mana dan terus berjalan hingga baru tersadar ketika tiba di Qarn Tsa’alib, sekarang disebut Qarnul Manazil, yang jaraknya lebih dari setengah perjalanan Mekkah-Thaif).
Satu hal yang tidak boleh kita lupa bahwa Rasulullah diwajibkan shalat malam. Inilah salah satu ruh yang akan menguatkan kita. Mari kita teladani.
وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا
“Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Rabbmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.” (Al-Isra: 79).
Berbuat dahulu, berupaya menjadi saleh, maka Insya Allah pertolongan Allah itu dekat. Jangan terburu-buru putus asa karena beban yang semakin berat. Ketika para sahabat telah letih dengan penderitaan, mereka mengadu kepada Rasulullah, Mengapa engkau tidak berdoa saja kepada Allah agar diberi pertolongan? Maka Beliau menjawab, “Ada seorang lelaki dari umat sebelum kalian yang ditanam di dalam bumi, setelah itu dibawakan gergaji, lalu ia digergaji sejak dari kepalanya sampai akhirnya terbelah dua, tetapi itu tidak memalingkan dirinya dari agamanya. Ada juga yang disisir dengan sisir besi, sampai terlihat tulang-tulang di balik kulitnya, tetapi itu tidak memalingkannya dari agamanya. Demi Allah Demi Allah, Sesungguhnya Dia akan menyempurnakan agama ini, sampai-sampai seorang perantau melakukan perjalanan dari Shan`a ke Hadramaut tanpa merasa takut kepada siapa pun kecuali Allah, padahal serigala ada di atas kambingnya. Akan tetapi, kalian terlalu tergesa-gesa.”
Ketiga, berdoa karena ini senjata orang beriman.
Ingat selalu itu. Doa yang relevan untuk persoalan ini dan selalu dibaca oleh Rasulullah adalah:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR Abu Dawud dan Tirmidzi).
Konklusi
Masih banyak yang menunggu peran kita di masyarakat. Mereka yang kita lihat dekat dengan budaya tidak islami masih berpeluang besar untuk kita ubah. Jadi, berbaurlah, jalankan misi untuk menegakkan kalimat Allah, dan bersabar menghadapi cobaan. Wallahu a'lam(m.faqih)

Bagaimana agar bisa menjadi istri yang sabar?

Assalamualaikum ustadz....
Ustad, saya mau bertanya bagaimana caranya agar selalu sabar menjadi istri dalam menghadapi suami? Dan tips apa saja supaya istri selalu membawa kebahagian serta suasana rumah tidak membosankan. Dan bagaimana caranya agar bisa menjadi istri yang ridha dipoligami? Boleh tidak minta cerai apabila suami berpoligami? Saya sangat membutuhkan jawabannya, terimakasih wassalam,,,,,,,,,
Wassalam:
Wdy
Jawaban pengasuh:
Ibu Wdy yang shalihah
Tentu tidak mudah menjadi istri yang sabar menghadapi suami, sebagaimana tidak mudahnya menjadi suami yang sabar menghadapi hal-hal yang tidak disukai dari istrinya. Saya kira sama-sama beratnya. Tidak jarang kita menemukan beberapa kekurangan yang tidak kita sukai dari pasangan kita, tetapi Allah memberikan kebaikan pada beberapa aspek yang lainnya. Saya kira tidak seorangpun yang akan memperoleh kepuasan yang sempurna dari dari pasangannya di dunia.
وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
“…. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak” (QS. An-Nisa’ [4]: 19)
Allah menjanjikan ganti pahala yang besar bagi siapa saja dari hamba-Nya yang mampu bersabar. Oleh karenanya tidak ada cara lain selain kita harus terus meningkatkan kualitas diri dan belajar menjadi orang yang sabar.
Ibu Wdy yang shalihah
Menjadi istri yang selalu membahagiakan dan tidak membosankan suami, itu adalah salah satu ciri sebaik-baik wanita yang dijelaskan oleh Rasulullah Sallallahu alaihi wa sallam.

“Hal terbaik bagi seorang mukmin setelah ketaqwaan pada Allah SWT adalah (memiliki) seorang istri solehah, yaitu yang patuh jika disuruh, menyenangkan bila dipandang, membenarkan jika suami bersumpah atasnya, dan pandai menjaga diri dan harta jika suami tidak ada.”(H.R.Thabrani dari Abdullah bin Salam)
Sesungguhnya kunci utamanya adalah menghiasi diri dengan akhlaq yang mulia. Karena akhlaq yang mulia inilah yang akan melahirkan sikap dan perilaku seorang istri menjadi indah. Dengan modal akhlaq ini pula anda bersedia untuk memberikan yang terbaik buat suaminya; dalam cara bersikap, bertutur kata serta berbagai bentuk pelayanan yang lain. Tanpa hiasan akhlaq, maka segala bentuk pelayan fisik hanya menjadi kepura-puraan belaka.
Adapun secara teknis anda mesti berusaha untuk mengetahui apa yang disukai dan dibenci suami. Maka anda harus berusaha untuk melakukan hal-hal yang disukainya, sebaliknya menghindarkan dari hal yang dibencinya. Ini bisa dilakukan dengan cara menanyakan kepada suami secara terbuka tentang hal-hal yang membuatnya senang dan bahagia, atau dapat pula dengan cara memperhatikan sikap dan ekpresi suami pada saat anda pelakukan sesuatu.
Tidak ada salahnya membuat hal-hal yang menjadikan suami merasa surprise, misalnya dalam menyajikan menu makanan, penataan kamar, sambutan dan senyuman yang manis, kata-kata pujian yang menggairahkan, fariasi dalam tempat dan pose hubungan dan sebagainya.
Ibu Wdy yang shalihah
Bagaimana agar ridha dipoligami? Ini memang bukan pekerjaan gampang. Tidak semua istri bisa menerimanya dengan ridha. Apalagi sangat sedikit diantara pelaku poligami yang menunjukkan contoh yang positif. Kecuali mereka yang betul-betul melakukannya karena Allah, dengan mengindahkan cara-cara yang telah disyari’atkan oleh Allah dan Rasul-Nya.
Kesuksesan keluarga yang berpoligami sangat ditentukan oleh sejauh mana tingkat pemahaman serta ketaatan masing masing keluarga (suami dan istri-istrinya) kepada ajaran Islam. Kurangnya pemahaman dan pengamalan ajaran Islam akan menjadi sumber pemicu dalam keretakan rumah tangga. Tetapi jika disandarkan kepada pemahaman yang benar serta komitmen untuk melaksanakannya, insya-Allah saling pengertian, saling berkasih sayang dan saling membantu diantara suami dan istri-istrinya akan dapat dibangun secara bersama-sama.
Fikirkanlah masak-masak sebelum memutuskannya; adakah dengan berpoligami itu memberi kebaikan bagi diri, keluarga anda dan calon madu anda, untuk kebaikan dunia dan akhirat anda? Jika anda yakin dan merasa mantap, maka mohonlah kepada Allah agar diberi kemudahan. Tetapi jika sebaliknya, mohonlah kepada Allah agar memberi jalan keluar yang lebih baik.
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala selalu menunjukkan kepada kita kejalan yang diridhai-Nya.
Wassalam:(m.faqih)

Ciri-Ciri Wanita Shalihah

Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.
          Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami
Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya
Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga

FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.
Faktor-faktor tersebut ialah:
1) Lupa mengingat Allah
Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.
Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya: " Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."
Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya: "Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)
Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.
2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia
          Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.
Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."
3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.
Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.
Berbagai sumber..(m.faqih)

Saat-Saat Paling Menyedihkan bagi Rasulullah saw

Dalam perjalanan dakwah, Rasulullah saw tidak lepas dari rintangan dan perlawanan yang membuat beliau sangat sedih. Berikut ini beberapa kisah yang beliau alami.
Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Aisyah bahwa ia bertanya kepada Nabi saw, “Pernahkah Anda menemui satu hari yang lebih berat daripada saat perang Uhud?” Beliau menjawab, “Aku banyak menghadapi gangguan kaummu. Dan gangguan paling berat yang aku hadapi adalah pada hari ‘Aqabah, ketika aku meminta perlindungan diriku kepada Ibnu Abdi Yalil bin Abdi Kulala namun ia tidak meresponnya. Lantas dengan sangat sedih aku pergi tidak tentu arah dan baru tersadar ketika aku berada di bukit Qarn Tsa’alib (lebih dari setengah perjalanan Mekah-Thaif).”[1]
Dalam kisah 70 sahabat yang dikenal dengan sebutan ‘para qarri`’ yang didelegasikan Rasulullah saw ke beberapa perkampungan kabilah Sulaim, lalu mereka dibantai, Anas berkata, “Aku tidak pernah melihat Nabi saw marah seperti kemarahan beliau kepada mereka (Bani Sulaim).”[2] Bahkan, karena kesedihan beliau yang sangat mendalam atas kematian para qarri` ini, selama satu bulan penuh beliau mendoakan kecelakaan atas para pembunuh itu. Anas menuturkan, “Nabi saw mendoakan kecelakaan atas orang-orang yang membunuh korban peristiwa Bi’r Ma’unah selama 30 hari, yakni ketika beliau mendoakan keburukan terhadap kabilah Ri’l, Lihyah dan ‘Ushayyah yang telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.”[3]
Peristiwa memilukan yang memakan korban 70 sahabat dari para qurra` ini terjadi pada permulaan tahun 4 hijriah. Tidak berapa lama sebelum peristiwa ini, juga terjadi peristiwa lain yang disebut peristiwa Ma`ur Raji’ dan memakan korban 10 sahabat, di antaranya Khubaib bin Adi, Ashim bin Tsabit, Zaid bin Datsinnah, Murtsid bin Abi Murtsid dan lainnya. Dan pada bulan Syawal tahun ketiga hijriyah, Rasulullah saw dan kaum muslimin kehilangan 70 pahlawan yang gugur syahid di medan Uhud. Di antara mereka adalah Hamzah bin Abdul Muthallib paman Rasulullah saw, Mus’ab bin ‘Umair, Anas bin Nadhr, Abdullah bin ‘Amru bin Haram ayah Jabir, Yaman ayah Hudzaifah, Abdullah bin Jubair komandan pasukan panah di masanya dan lainnya. Bahkan dalam perang ini, Rasulullah saw mendapat luka di kepala, gigi beliau patah, dan wajah mulia beliau berdarah.[4]
Semua peristiwa ini terjadi dalam kurun waktu kurang dari enam bulan dan selama waktu ini kira-kira 150 sahabat telah gugur syahid. Semoga pada dai masa kini lebih bersabar dalam menghadapi ujian. Wallahu a'lam(m.faqih)

Kebanyakan Korban Jatuhnya Heli AS di Afghan Adalah Unit Pembunuh Ben Laden

Pejabat AS mengatakan pada hari Minggu kemarin bahwa sebagian besar tentara yang tewas dalam peristiwa jatuhnya pesawat AS di Afghanistan pada Jumat malam, adalah milik unit yang melaksanakan pembunuhan terhadap pemimpin Al-Qaeda, Usamah bin Laden di Pakistan Mei lalu.
Menurut sumber yang dikutip CNN mengatakan bahwa 22 personel dari total 31 tentara AS berada di helikopter yang mendarat di Afghanistan Sabtu pagi, merupakan anggota pasukan khusus dan kebanyakan dari mereka dari unit melakukan misi pembunuhan Bin Laden.


Seperti diberitakan sebelumnya di sini bahwa Mujahidin Taliban  berhasil menembak jatuh 4 helikopter AS dan membunuh 33 pasukan AS dalam rentang waktu 48 jam.

Sementara itu, Presiden Afghanistan Hamid Karzai mengumumkan pada hari Sabtu, bahwa insiden itu menewaskan 31 tentara AS dan 7 dari tentara Afghanistan, setelah pemberontak menembak jatuh sebuah helikopter milik Bantuan Keamanan Internasional Pasukan ISAF Afghanistan timur.(m.faqih)

Heli ISAF Ditembak Jatuh di Kunar

Sebuah helikopter Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF)  jatuh di provinsi Kunar timur pada hari Senin, para pejabat dan aliansi mengatakan.
Saat pasukan koalisi penyelamat mendekati lokasi kecelakaan, mereka datang di bawah tembakan musuh, kata ISAF dalam sebuah pernyataan.
“Pasukan koalisi membalas tembakan dengan senjata ringan, saat bekerja untuk mengamankan lokasi kecelakaan. Semua penumpang dan awak kapal telah diamankan dan aman diangkut ke pangkalan terdekat,“ kata pernyataan itu.
Menurut pernyataan itu, ISAF telah meluncurkan penyelidikan atas insiden tersebut.
Nurullah, kepala operasi distrik Kunar dari Manogi mengatakan kepada Berita Pajhwok Afghanistan bahwa sebuah roket ditembakkan oleh militan menghantam helikopter Chinook ISAF di sekitar 02:00 di Manogi.
Dia mengatakan dua pemimpin Taliban, Mohammad Habibi dan Nabi, ditembak mati oleh helikopter lain dalam serangan balasan.
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid mengklaim bertanggung jawab atas penembakan helikopter, itu dan mengatakan bahwa beberapa tentara AS tewas dalam insiden tersebut.
Dia mengkonfirmasi kematian dua pejuang Taliban yang menembak helikopter. Sepuluh helikopter militer domestik maupun asing telah jatuh atau mendarat darurat selama tiga bulan terakhir(m.faqih)

Wartawan TV Malaysia Ditembak Mati Oleh Pasukan Penjaga Keamanan Somalia

Seorang juru kamera TV Bernama, Mohd Nor Noramfaizul, 39, yang merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk bencana kelaparan yang melanda Somalia, tewas dalam insiden penembakan di Mogadishu, ibukota Somalia, Jumat sore. Saksi mata dan seorang pekerja bantuan lokal mengatakan bahwa penembakan itu dilakukan oleh pasukan penjaga perdamaian AMISOM.
Pada saat yang sama, menurut kantor berita Malaysia, Bernama, seorang wartawan TV3, Aji Saregar Mazlan, terluka dalam insiden yang terjadi saat mereka sedang dalam perjalanan pulang dengan kendaraan 4WD ke tempat mereka menginap, dikawal oleh sebuah truk angkatan bersenjata Somalia.
Sementara itu, Bernama TV jurnalis Khairulanuar Yahaya, yang juga bagian dari misi kemanusiaan yang dipimpin oleh Putera 1Malaysia Club, mengatakan bahwa peluru menembus paru-paru Noramfaizul dan sekitar 30 menit kemudian meninggal ketika sedang diberi pengobatan.
Reuters melaporkan, seorang juru bicara untuk pasukan penjaga perdamaian mengatakan mereka sadar telah melakukan penembakan itu. "Kami sedang menyelidiki siapa yang melepaskan tembakan, apakah AMISOM atau kelompok lain," kata Prosper Hakizimana, wakil juru bicara AMISOM kepada Reuters.
Saat ini, kekuatan AMISOM adalah 9000 personel yang didukung oleh PBB untuk mencegah para pemberontak yang berafiliasi ke Al-Qaeda yang hendak menggulingkan pemerintah.
Sebelumnya, para militan al-Shabaab mundur dari Mogadishu bulan lalu, tetapi mereka memperingatkan akan melakukan serangan gerilya pada kota pesisir, seperti serangan syahid dan pembunuhan(m.faqih)

Statemen Taliban Bertepatan Dengan 10 Tahun 9/11

Setiap tahun, 9/11 selalu mengingatkan bangsa Afghan tentang suatu peristiwa di mana mereka tidak memiliki peran apa pun. Tetapi, kolonialis Amerika telah menggunakan peristiwa itu sebagai dalih untuk menumpahkan darah puluhan ribu warga Afghanistan yang tidak bersalah dan terlindungi. Kekejaman itu kini terus berlanjut. Itu mereka lakukan sejak bangsa Afghanistan keluar dari pusaran perang selama dua dekade panjang dan hati mereka bangga dengan terbentuknya sebuah Imarah Islam.
Imarah Islam Afghanistan, sejak awal, telah menyerukan penyelidikan yang obyektif atas peristiwa itu. Tetapi, sebaliknya, Amerika dan mitra koalisi mereka, tidak menanggapi permintaan dari Imarah Islam ini secara positif. Mereka justru mengirim rudal jelajah, uranium serta senjata beracun dan mematikan lainnya.
Itu akan tetap menjadi stigma permanen pada wajah demokrasi Barat bahwa Amerika dan Sekutu telah membunuh puluhan ribu umat Islam dengan dalih peristiwa itu yang ambigu dan keruh. Anak-anak, orang tua, wanita dan bahkan bayi yang baru lahir beberapa hari termasuk di antara para korban. Mereka menghancurkan desa, sawah, dan ladang kami, bahkan perkotaan dengan alasan yang tidak bisa dibenarkan: perang melawan teror. Bahkan sekarang, Amerika dan Sekutu mereka membunuh warga Afghanistan yang tidak bersalah melalui pemboman buta dan serangan malam. Mereka telah memenjarakan ribuan warga Afghanistan di tahanan di penjara Guantanamo, Bagram, Kandahar, Shindand, Nangarhar, Mazari Syarif, Khust dan basis lain di mana mereka disiksa secara brutal. Puluhan putra terbaik negeri ini telah menghembuskan nafas terakhir mereka di bawah penyiksaan.
Semua kejahatan anti kemanusiaan sedang dilakukan oleh mereka yang mengklaim menjadi pionir dan pemimpin demokrasi dan pembela hak-hak manusia di dunia. Tapi meskipun kesombongan dan kebrutalan mereka, harus diingat bahwa Afghanistan sebagai bangsa yang mencintai kehormatan dan kuat memegang prinsip telah memberikan perlawanan terhadap Amerika yang tiran itu dengan pukulan yang benar-benar di luar perhitungan dan prediksi mereka. Mereka sekarang menggigit jari karena duka dan khawatir.
Bangsa Afghanistan dipersenjatai dengan senjata keyakinan dan obsesi untuk melindungi kehormatan dan martabat mereka. Senjata semacam itu tidak tersedia di gudang Amerika maupun di gudang Sekutunya. Demikian juga, musuh tidak memiliki alat penangkis untuk menghadapi senjata ini.
Kami percaya senjata keimanan pada akhirnya akan mengalahkan senjata materi, insya Allah. Selain itu, kami sekali lagi mendesak semua pihak untuk menekan penguasa Amerika, kolonial dan pecinta perang, agar tidak menempatkan cengkeraman mereka atas bumi dan sumber daya alam Afghanistan atas nama palsu, pemberantasan terorisme, atau menumpahkan darah suci bangsa Afghanistan lagi dalam rangka untuk mencapai tujuan kolonialis mereka. Jika tidak, Afghanistan memiliki stamina yang tak terbatas untuk perang panjang dan melalui perlawanan massal, Amerika akan dikirim ke tong sampah sejarah, seperti imperium terdahulu yang telah dikalahkan, insya Allah.
 Setiap tahun, 9/11 selalu mengingatkan bangsa Afghan tentang suatu peristiwa di mana mereka tidak memiliki peran apa pun. Tetapi, kolonialis Amerika telah menggunakan peristiwa itu sebagai dalih untuk menumpahkan darah puluhan ribu warga Afghanistan yang tidak bersalah dan terlindungi. Kekejaman itu kini terus berlanjut. Itu mereka lakukan sejak bangsa Afghanistan keluar dari pusaran perang selama dua dekade panjang dan hati mereka bangga dengan terbentuknya sebuah Imarah Islam.
Imarah Islam Afghanistan, sejak awal, telah menyerukan penyelidikan yang obyektif atas peristiwa itu. Tetapi, sebaliknya, Amerika dan mitra koalisi mereka, tidak menanggapi permintaan dari Imarah Islam ini secara positif. Mereka justru mengirim rudal jelajah, uranium serta senjata beracun dan mematikan lainnya.
Itu akan tetap menjadi stigma permanen pada wajah demokrasi Barat bahwa Amerika dan Sekutu telah membunuh puluhan ribu umat Islam dengan dalih peristiwa itu yang ambigu dan keruh. Anak-anak, orang tua, wanita dan bahkan bayi yang baru lahir beberapa hari termasuk di antara para korban. Mereka menghancurkan desa, sawah, dan ladang kami, bahkan perkotaan dengan alasan yang tidak bisa dibenarkan: perang melawan teror. Bahkan sekarang, Amerika dan Sekutu mereka membunuh warga Afghanistan yang tidak bersalah melalui pemboman buta dan serangan malam. Mereka telah memenjarakan ribuan warga Afghanistan di tahanan di penjara Guantanamo, Bagram, Kandahar, Shindand, Nangarhar, Mazari Syarif, Khust dan basis lain di mana mereka disiksa secara brutal. Puluhan putra terbaik negeri ini telah menghembuskan nafas terakhir mereka di bawah penyiksaan.
Semua kejahatan anti kemanusiaan sedang dilakukan oleh mereka yang mengklaim menjadi pionir dan pemimpin demokrasi dan pembela hak-hak manusia di dunia. Tapi meskipun kesombongan dan kebrutalan mereka, harus diingat bahwa Afghanistan sebagai bangsa yang mencintai kehormatan dan kuat memegang prinsip telah memberikan perlawanan terhadap Amerika yang tiran itu dengan pukulan yang benar-benar di luar perhitungan dan prediksi mereka. Mereka sekarang menggigit jari karena duka dan khawatir.
Bangsa Afghanistan dipersenjatai dengan senjata keyakinan dan obsesi untuk melindungi kehormatan dan martabat mereka. Senjata semacam itu tidak tersedia di gudang Amerika maupun di gudang Sekutunya. Demikian juga, musuh tidak memiliki alat penangkis untuk menghadapi senjata ini.
Kami percaya senjata keimanan pada akhirnya akan mengalahkan senjata materi, insya Allah. Selain itu, kami sekali lagi mendesak semua pihak untuk menekan penguasa Amerika, kolonial dan pecinta perang, agar tidak menempatkan cengkeraman mereka atas bumi dan sumber daya alam Afghanistan atas nama palsu, pemberantasan terorisme, atau menumpahkan darah suci bangsa Afghanistan lagi dalam rangka untuk mencapai tujuan kolonialis mereka. Jika tidak, Afghanistan memiliki stamina yang tak terbatas untuk perang panjang dan melalui perlawanan massal, Amerika akan dikirim ke tong sampah sejarah, seperti imperium terdahulu yang telah dikalahkan, insya Allah.(m.faqih)

Sabtu, 10 September 2011

Menelisik Kebenaran Nuzulul Quran, 17 Ramadhan

Ketika memasuki malam yang ke-17 di bulan Ramadhan sebagian kaum muslimin dan masjid-masjid mulai diadakan peringatan turunnya Al-Quran pertama kali yang disebut malam peringatan Nuzulul Quran. Hal ini juga ‘terkesan’ dikuatkan dengan catatan kaki dalam “Al-Quran dan Terjemahannya” surat adh-Dhukhan ayat 3.
إِنَّآ أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ
"Sesungguhnya kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi[1369] dan Sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan."
[1369] malam yang diberkahi ialah malam Al Quran pertama kali diturunkan. di Indonesia umumnya dianggap jatuh pada tanggal 17 Ramadhan.
Keyakinan ini bertentangan dengan firman Allah subhanahu wa ta’alaa dalam surat Al-Qadr ayat pertama:
إِ نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ
“Sesungguhnya kami Telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan [1593].”
[1593] Malam kemuliaan dikenal dalam bahasa Indonesia dengan malam Lailatul Qadr yaitu suatu malam yang penuh kemuliaan, kebesaran, Karena pada malam itu permulaan Turunnya Al Quran.
Ayat diatas dengan jelas bahwa Al-Quran diturunkan pada malam kemulian (Lailatul Qadar) dan juga Terlihat jelas bahwa catatan kaki untuk ayat di atas dalam “Al-Quran dan Terjemahannya” juga menjelaskan bahwa malam permulaan turunnya Al-Quran adalah pada malam tersebut. Sekarang yang menjadi pertanyaan, kapan terjadinya malam Lailatul Qadar, malam dimana Al-Quran itu turun ? apakah benar pada 17 Ramadhan seperti yang selama ini oleh sebagian kaum muslimin Indonesia mempertingatinya ?
Nabi shallahu’alaihi wa sallam pernah mengabarkan kepada kita tentang kapan akan datangnya malam Lailatul Qadar. Beliau pernah bersabda:
“Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan.” (Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)
Beliau shallahu’alaihi wa sallam juga bersabda:
“Berusahalah untuk mencarinya pada sepuluh hari terakhir, apabila kalian lemah atau kurang fit, maka jangan sampai engkau lengah pada tujuh hari terakhir.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Dengan demikian telah jelas bahwa lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan yaitu pada malam-malam ganjilnya 21, 23, 25, 27 atau 29. Maka gugurlah keyakinan sebagian kaum muslimin yang menyatakan bahwa turunya Al-Quran pertama kali pada tanggal 17 Ramadhan.
Jika ada yang berargumen, “Tanggal 17 Ramadhan yang dimaksud adalah turunnya Al-Quran ayat pertama ke dunia kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yaitu surat al-‘Alaq  ayat 1-5, sedangkan Lailatul qadar pada surat al-Qadar adalah turunnya Al-Quran seluruhnya dari lauhul mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia !!?”.
Maka jawabnya: Benar, bahwa turunnya Al-Quran yaitu pada Lailatul qadar seperti yang tertuang dalam surat al-Qadar adalah turunnya Al-Quran dari Lauhul Mahfudz ke Baitul Izzah di langit dunia, dan setelah itu Al-Quran diturunkan secara bertahap selama 23 tahun. Seperti perkataan Ibnu Abbas radliyallahu’anhu dan yang lainnya ketika menafsirkan QS. Ad-Dukhon ayat 3:
“Allah menurunkan Al-Quran sekaligus daru Lauh Mahfudz ke baitul izzah (rumah kemuliaan) di langit dunia kemudian Allah menurunkannya secara berangsur-angsur sesuai dengan berbagai peristiwa selama 23 tahun kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.” (Tafsir Ibnu Katsir 8/441)
Tetapi apakah ini menjadikan bahwa benar nya pendapat bahwa turunnya ayat pertama (QS. Al-‘Alaq: 1-5) kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam adalah 17 Ramadhan ?? mari kita simak pembahasan dibawah ini.
Pendapat bagus syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarokfury di Kitab Sirohnya tentang kapan awal permulaan wahyu
Dalam kitab siroh beliau, beliau menjelaskan bahwa memang ada perbedaan pendapat diantara pakar sejarah tentang kapan awal mula turunnya wahyu, yaitu turunnya surat Al-Alaq: 1-5. Beliau menguatkan pendapat yang menyatakan pada tanggal 21. Beliau mengatakan:
“Kami menguatkan pendapat yang menyatakan pada tanggal 21, sekalipun kami tidak melihat orang yang menguatkan pendapat ini. Sebab semua pakar biografi atau setidak-tidaknya mayoritas di antara mereka sepakat bahwa beliau diangkat menjadi Rasul pada ahari senin, hal ini diperkuat oleh riwayat para imam hadits, dari Abu Qotadah radliyallahu’anhu, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah ditanya tentang puasa hari senin. Maka beliau menjawab,
“Pada hari inilah aku dilahirkan dan pada hari ini pula turun wahyu (yang pertama) kepadaku.”
Dalam lafdz lain disebutkan, “Itulah hari aku dilahirkan dan pada hari itu pula aku diutus sebagai rasul atau turun wahyu kepadaku”
Lihat shahih Muslim 1/368; Ahmad 5/299, Al-Baihaqi 4/286-300, Al-Hakim 2/602.
Hari senin dari bulan Ramadhan pada tahun itu adalah jatuh pada tanggal 7, 14, 21, dan 28. Beberapa riwayat yang shahih telah menunjukkan bahwa Lailatul Qodar tidak jatuh kecuali pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan. Jadi jika kami membandingkan antara firman Allah, “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Quran) pada Lailatul Qodar”, dengan riwayat Abu Qotadah, bahwa diutusnya beliau sebagai rasul jatuh pada hari senin, serta berdasarkan penelitian ilmiah tentang jatuhnya hari senin dari bulan Ramadhan pada tahun itu, maka jelaslah bagi kami bahwa diutusnya beliau sebagai rasul jatuh pada malam tanggal 21 dari Bulan Ramadhan. (Lihat Kitab Siroh Nabawiyyah oleh Syaikh Shafiyyurrahman al-Mubarokfury Bab Di Bawah Naungan Nubuwah, hal. 58 pustaka al-Kautsar)
Maka jelaslah bahwa pendapat kapan Al-Quran turun, baik Al-Quran turun dari Baitul Izzah ke langit dunia atau dari langit dunia ke Rasulullah keduanya  saling melengkapi, dan bukan terjadi di 17 Ramadhan. Wallahu’alam.
Yang bisa dipetik dari pembahasan di atas
  1. Al-Quran diturunkan pada malam lailatul qadar bukan pada malam yang dikenal dengan malam ‘Nuzulul Quran’ yang bertepatan pada tanggal 17 Ramadhan.
  2. Lebih khusus lagi bahwa turunnya wahyu kepada Rasulullah shalallallahu’alaihi wa sallam yang pertama adalah 21 Ramadhan, seperti pendapat syaikh Shafiyyurahman.
  3. Peringatan Nuzulul Quran 17 Ramadhan dengan dzikir tertentu dan bentuk pengajian khusus adalah bentuk peringatan yang tidak pernah ada landasannya dari Al-Quran dan Hadist Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam, sehingga termasuk dalam perkara bid’ah.
  4. Lailatul qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir yang ganjil dibulan Ramadhan.
  5. Peringatan lailatul qadar pada malam 27 Ramadhan (atau malam ganjil lainnya) dengan suatu pengajian khusus juga merupakan bid’ah karena Rasulullah shallahu’alaihi wa sallam tidak pernah memperingatinya melainkan beliau shallahu’alahi wa sallam menghidupkan malam tersebut dengan qiyamul lail dan memperbanyak doa.
  6. Himbauan kepada para penanggung jawab “Al-Quran dan Terjemahnya” agar meluruskan catatan kaki atau takwil-takwil dari ayat suci Al-Quran yang hanya merupakan anggapan-anggapan yang tidak berdalil atau bahkan tafsiran/takwil yang bathil.(m.faqih)